Senin, 12 Juni 2017

Tolong jangan baca ini sambil denger ADELE - WHEN WE WERE YOUNG!


Dear, Puti.

Mmm.. Put... aku pikir aku akan berterima kasih sama Puti untuk apa yang Puti perbuat buat aku selama ini. It's truly memorable. Dan aku juga mau minta maaf... untuk segala keegoisan aku yang aku perbuat dan Puti masih bisa sabar banget buat ngadepinnya. 

Oiya, kamu masih inget gak dulu saat awal kita deket. Aku masih malu-malu gitu buat deket sm kamu heheh.. dulu kita pernah nonton film yang kita berdua sama sama ga ngerti gitu dokumenternya heheh tapi aku seneng banget. It's like I'm the luckiest one! Dan itu membuatku bisa lihat Puti lebih dekat lagi

Aku inget kita jauh jauh pergi ke kelapa gading buat beli eskrim tapi es krim nya udah tutup jadinya malah beli eskrim yg lain heheh.
Aku inget, Puti yang repot-repot buat surprise ulangtahun ku saat rapat marfest eheheh. One of the most thing that I've missed for too long. dan sempet juga kan kita nyasar-nyasar nyusurin Jakarta yang terlampau luas ini... candaan-candaan Puti juga masih begitu aku hafal sampai sekarang... 
Dan tau-tau kamu pengen ke sumoboo dan.... langsung berangkat!!! makan-makan... keliatan biasa aja sih.. but worth it. I'm happy.... really happy... really missed it.
Selama tiga bulan itu aku sudah bahagia banget. Tapi setelah tiga bulan ini, mungkin sesuatu memiliki akhirnya masing-masing... tapi bukan itu maksudku...

aku berpikir bahwa menjadi pacar seorang mahasiswa teknik adalah hal yang paling membosankan, tiap waktu disibukkan dengan tugas dan tugas. aku hanya gak ingin Puti terbebani

Walaupun aku sempat berpikir loh, bila aku lulus kuliah nanti... mungkin aku bisa menjalin lagi.. Namun sepertinya itu adalah khayalan tingkat atas. Maafin aku ya Puti, yang lebih mementingkan keegoisanku dengan alasan bodohku.

Aku juga mau berterima kasih untuk Puti selama ini, karena udah ngasih kenangan-kenangan yang gaakan bisa diganti dengan apapun. Aneh ya, gimana kenangan bahagia malah bisa ngebuat seseorang sedih. Cause my face is leaking the second i read you mention our memories, dan aku juga masih inget semuanya

Aku masih tetap stalk-stalk... Entah aku senang atau sedih.. Tapi sepertinya kau sudah mendapatkan yang lebih layak. Dia terlihat menyenangkan, baik pula. Namun aku tidak tau pasti siapa dia... mungkin karena kita sudah hampir sebulan tidak bercakap. Tapi seengaknya kita berteman, iya kan?

"How unfair, it's just our love
Found something real that's out of touch
If your heart was full of love
Could you give it up?"

Sepertinya pengganti diriku sudah muncul... dia layak untukmu, Put. Aku akan berusaha untuk tidak macam-macam... berusaha menjauh walau hanya sedikit-sedikit..
Aku tidak bisa berkata apa lagi.. semua sudah terjadi... sesali saja apa yang mesti disesali..
So i tried to make you jealous and made you think i have too, but it's not true. Even that someone blocked me a long long time ago because i still think of you. But i don't regret that

Kadang aku gak ngerti, why at times you kept coming back to me when you're the one who tore us apart? So i blocked you just to see if you actually care. And i guess it's also for the sake of the both of us..

"I've got to let it go
Start protecting my heart and soul
Cause i don't think i'll survive a goodbye again" 

Dengan kita ngga bicara selama hampir sebulan ini, ini juga menjadi salah satu cara untuk aku buat ngelupain Puti. Menerima kenyataan seperti ini buat aku itu nyesek senyesek-nyeseknya orang nyesek kena asma. Tapi ini untuk yang terbaik bukan? Pelan-pelan, tapi semoga ujungnya kita mendapatkan kebahagiaan masing-masing :)

Aku berharap kebahagiaan selalu menyertai kita berdua, walau dengan caranya masing-masing..
Senang bisa melihat Puti bahagia :)

"He was the great star-crossed love of my life. Ours was an epic love story, and I won’t be able to get more than a sentence into it without disappearing into a puddle of tears." -Hazel Grace

"Kamu tidak bisa memilih untuk tidak merasakan sakit di dunia ini. Tapi kamu bisa memutuskan siapa yang boleh menyakiti hatimu. Aku menyukai pilihanku. Bagaimana denganmu?" -Augustus Waters
-TFIOS-

Kamu tau ngga cerita kita mirip-mirip kayak The Fault In Our Stars hehe, kita cuma punya waktu sebentar di dunia untuk bersama. Kamu orangnya asik sama siapa aja kayak Augustus Waters, aku penyakitan kayak Hazel Grace. *lah*

You may not be my happy ending, but you'll always be the best chapter in my life"

Terimakasih udah memberi warna-warna yang indah banget di bagian cerita Aku. Aku juga lagi berjuang untuk kebahagiaan disini. So.., i wish the best things and luck for you always Put. Of course after all the time we will pass, seberat apapun itu, dengan penuh harapan, suatu saat kita akan bertemu lagi di puncak.., layaknya teman, yang tetap menerima apa adanya

Selasa, 03 Mei 2016

Karena yang tersulit bukanlah memilih, tapi bertahan pada pilihan

Karena yang tersulit bukanlah memilih, tapi bertahan pada pilihan” kalimat tersebut selalu terbayang dipikiran aldi. Ya, hal itu dikarenakan dia sedang berada di saat-saat yang sulit. Dia harus tetap bertahan pada pilihannya saat ini yaitu perempuan yang sangat dia sayangi namun dia belum bisa menyatakan isi hatinya. Dia tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada sang wanita karena doi masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya.
***
Aldi Ramadhan, dia adalah seorang lelaki introvert namun sangat ingin sekali merubah kebiasaan pendiam dan tidak peduli terhadap lingkungan-nya tersebut. Sebenarnya dia bukan introvert sih cuma kurang bersosialisasi ke orang, eh itu sama aja gasih? Terserah lah ya pokoknya dia pemalu gitu deh. Dia mempunyai banyak teman, sahabat, dan biawak dirumah nya. Biawak nya ada 3, dia sangat menyayangi biawaknya tersebut lebih dari apapun. Meskipun dia mempunyai banyak biawak dia masih kesepian, eh bukan. Meskipun dia mempunyai banyak teman dia masih kesepian.

***
Aldi kuliah disalah satu universitas ternama di Jakarta, kehidupan perkuliahan nya sangat membosankan. Pergi ke kampus-Belajar-Pulang-Repeat.
“ woi di, abis kelas ini mau ngapain?” kata Iman teman sekelas Aldi.
“ pulang lah, mau ngapain lagi emang” sahut aldi.
“ buset dah kupu-kupu banget lu. Cari-cari kegiatan lah biar gak bosen”
“ ngapain lagi kan kegiatan disini cuman belajar”
“ cari pacar lah biar lu gak kesepian di”
“ cari pacar mah nanti ajadeh kalau udah lulus” kata aldi sambil menundukkan kepalanya ke meja.
Setelah kelas selesai, Aldi langsung pulang. Di perjalanan pulang dia sempat memikirkan kata-kata Iman saat di kelas tadi.
“ Bener juga ya kata Iman, Ga enak juga kesepian di kampus…”
Sepanjang jalan dia merenungkan kata-kata Iman tersebut.
Sepanjang jalan juga dia memikirkan sedang apa biawaknya dirumah.


*beberapa bulan kemudian*
“ yeay sebentar lagi kita dapet dedek-dedek junior gemes, pasti lucu-lucu deh kayak komeng” kata Ahmat.
“ lah kampret. Ngapa lucu kayak komeng” gerutu Aldi dalam hati.
***
“ mat, ntar kita kebagian jadi panitia ospek lagi nih. Gue kan gabisa marah-marah, gimana dong?” kata Aldi.
“ yaudah kita gausah marah, kita ngelucu aja ntar standup depan kelas” canda Ahmat.
“ serius dong” Aldi mulai kesal.
“ wah bisa dapet incaran baru dong nih” kata Adi menyerobot pembicaraan, sang calon ketua playboy kampus.
“ kan lu udah punya pacar, gak setia banget sih” kata Ahmat.
“ terserah dong, kan buat senang-senang aja” balas Adi.
“ si Adi udah punya pacar tapi masih cari yang lain buat senang-senang, berarti dia kurang senang dengan yang dia punya? Apa dia kurang dapet perhatian dari pacarnya? Gimana gue yang gak punya” lamun Aldi.
“ oi di, ngelamun aja lu! Ayo ke kantin kita makan, udah laper nih gue” Ahmat memanggil merusak lamunan Aldi.

***
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, itu adalah hari dimana gue lulus dari universitas ini. Bukan bukan, hari itu adalah hari untuk meng-ospek mahasiswa baru. Hari dimana Mahasiswa baru berkumpul menjadi satu kesatuan. Akhirnya dapet junior junior lucu kayak komeng. Aldi bertugas menjadi panitia acara tersebut, hal itu dikarenakan tidak ada yang ingin menjadi panitia lagi.
Aldi mengatur adik-adiknya dengan perasaan takut dan grogi, karena Aldi tidak terbiasa dengan orang baru. Dan pada suatu ketika, saat sedang memanggil nama-nama mahasiswa baru dikelas Aldi melihat seseorang yang membuat dia jatuh cinta pada saat pandangan pertama. Seseorang yang sangat cantik lebih cantik dari biawak yang dia punya. dan mempunyai senyum yang sangat indah.

*to be continued*

Kamis, 28 April 2016

TakShanjup Menghadapi Semua Ini.

hallo gais! Setelah beberapa dekade gue vakum ngeblog *okeinileba
gue mau lanjut ngeblog lagi. cekidot! 

Yah setelah diputusin cindy gulla gue emang sempat nangis, gak lama sih cuman sekitar 2 jam lebih, tapi setelah itu gue semangat lagi karna disemangatin sama Bang sat. Pada malam minggu itu seperti biasa kami pergi nongkrong di stand ojek dengan setelan rapi kami.
"Eh med, keknya bosen juga kalo ngeliat cabe-cabean mulu, bagaimana kalo kita nongkrongnya diwarnet aja?" Bang Sat memecah kesunyian
"Oh ya udah come on, gue juga udah lama kagak main di warnet"
Kami pun meluncur kewarnet terdekat, setelah masuk kami pun disuguhin dengan meja meja kek meja makan.
"Bang Sat, kita gak salah masuk nih, kok banyak meja makan?" tanya gue agak gelisah
"Ah kagak kok, itu didepan aja tulisannya Warnet"
Tiba tiba ada cewe datang make baju kek pelayan gitu, tapi mukanya gak kelihatan kaya pelayan, tapi kaya artis.
"Selamat datang di Warnet mas, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan cakep tersebut
Gue dan Bang Sat terdiam dan terpaku karna melihat wajah cewe tersebut dengan senyumannya yang begitu manis dan juga bibirnya yang seksi dihiasin dengan tahi lalat di sebelah kanan dagunya.



"Ehem, ada yang bisa saya bantu mas" tanya pelayan tersebut sambil memecah keheningan
"Oh anu, ini komputernya dimana? saya mau main komputer tapi kok malah meja makan semua?" ucap Bang Sat
"Oh maaf mas ini bukan Warnet, Warung Internet, tapi Warnet, Warung Makan Komet"
"dapuq" gue dan satya terbanting kebelakang karna kaget.
"Iya mas, jadi mau pergi atau mesan sesuatu mas?" tanya cewe tersebut sekali lagi
"Oh iya saya mesan jus jeruknya 2 gak pake jeruknya cukup es batu dijus aja" balas bang sat
"Eh kampret, mending lu bilang aja mesen air putih" ucap gue sambil garuk garuk meja
"Aelah gini biar terlihat keren med"
"Yaelah terserah lu dah"
"Oke mas jus jeruknya 2 gak pake jeruknya cukup es batu dijus aja siap diantar" potong pelayan cakep tersebut
Pelayan cakep tersebut pun pergi menuju ke dapur.
"Eh sat cewe tadi cakep bener yah, wajahnya manis kek gimana gitu, gregetan gue pengen gue cubitin mukanya pake pencabut bulu ketek" ucap gue gregetan sambil nyubitin meja
"Aelah lu mah ngeliat cewe cakep selalu gitu, sebenarnya gue juga pengen gigitin mukanya tuh cewe soalnya cakep bener jir" gigitin meja
"Eek dah lu sama aja, eh iya gue penasaran tuh cewe namanya siapa yah, soalnya kalo dilihat dari muka, dia seumuran sama kita"
"Iye juga sih, ntar dah kita tanyain kalo dia udah datang"
Cewe tersebut pun datang membawa jus air putih kami
"Ini mas jusnya, silakan dinikmati" ucap pelayan cakep tersebut
"Eh sebentar mba, mba ini masih sma yah? soalnya mukanya manis gitu" tanya gue
"Iya mas, saya masih sma kelas 1" ucapnya malu
"Oalah, emangnya namanya siapa nih?"
"Oh nama saya Shania Junianatha, biasa sih dipanggil shanju atau nju"
"Oh... Nama Gue Fernando Omed Jhonson, Sebelah gue si Satriya Bagas.
Udah punya pacar belum?" tanya gue sambil sedikit senyum senyum
Dia pun memalingkan muka, raut pipinya semakin memerah karna malu.
"Eh kampret jangan tanya-tanya mulu, kasihan dia jadi marah lihat tuh mukanya merah" ucap bang sat
"Aku gak marah kok mas, cuman malu..." ucap shanju
"Shanju.. ini ada pesanan lagi" teriak seorang wanita dari dapur warung tersebut
"Iya tante sebentar" balas shanju
"Oh iya mas, saya tinggal dulu yah"
"Eit sebentar ada yang mau gue tanya" sambil memegang tangannya yang halus itu.
Dia pun semakin tersipu malu dan pipinya kembali memerah.
"Gue boleh minta nomer hp mbanya gak?"
"Oh boleh kok mas, tapi tangannya dilepas yah soalnya kasar banget kek corcoran"
"nggg"
Gue pun memberikan hp gue dan menyuruhnya menulis nomernya disitu.
"Ini mas, aku tinggal dulu yah" ucapnya sambil memberikan hp gue
Dia pun pergi menuju kedapur
"Cieee baru juga diputusin tadi sore udah dapat aja yang baru" ledek Bang Sat
"Ah Bang Sat bisa aja" sambil gigitin kuping Bang Sat
"Kampret telinga gue ler" sambil mencoba melepaskan
Setelah membayar pesanan, kami pun pergi dari warung tersebut untuk menuju kos sweat kos.
Sesampainya dikosan gue langsung membuka hp dan mengsms si shanju.
"Hai selamat malam, kamu jangan lupa makan ntar mati
By: Omed yang tadi mesan jus jeruknya gak pake jeruknya cukup es batu dijus aja"
"O"
"..."
Yah malam itu gue dan shanju mulai akrab dengan cepat. Kami saling mengenal satu sama lain, dia ngasih tau ke gue kalo dia kesini buat liburan dirumah tantenya doang karna kakak kelasnya lagi pada ujian.
Keesokan paginya yaitu minggu gue harus mencari makan sendiri karna stok mie udah habis dan si Bang Sat masih molor. Gue pergi ke supermaket yang gak jauh dari kosan gue. Sebenarnya bukan nyari stok mie aja sih, tapi nyari ucapan selamat pagi dari mba mba kasirnya. Gue ke supermaket gak keren keren amat sih, cuman make jeans pendek dan kaos v neck sampe puser yang tertutup oleh jaket gue.
Gue pun sampai di supermarket dan gue langsung mengambil 1 kardus mie. Ketika ingin membayar gue bertemu dengan shanju.
"Hai pagi nju, kok lu belanja disini, rumah lu daerah sini yah?" tanya gue
"Pagi juga med, Iya med, emang lu tinggal daerah sini juga?"
"Iya gue juga tinggal didaerah sini"
Yah agak lama kami bercakap cakap disitu hingga akhirnya mba kasir supermarket itu meneriakkin kami.
"Oi mas ini mienya jadi dibayar gak, saya udah capek nungguin ini" ucap mba kasir sambil nyakarin komputer
"Oh iya mba sebentar yah" sambil merogok kantong
Setelah gue selesai membayar si shanju juga ikut membayar. Kami keluar supermarket bersama sama
"Eh nju, lu pulang naik apa?" tanya gue
"Naik angkot aja med" balasnya
"Mau gue antarin pulang gak? sekalian pengen tau alamat rumah lu aja hehe"
"Yah terserah lu sih med, gue mah gak bisa nolak" ucapnya dalam keadaan pipi yang mulai memerah.
Gue pun mengantar dia pulang. Diperjalanan pulang ternyata hujan turun dengan derasnya, karna gue gak bawa jas hujan, gue dan shanju pun kehujanan. Agak lama kami mengendarai motor hingga kami menemukan sebuah warung makan kosong dipinggir jalan tersebut, tanpa basa basi karna makan nasi basi gue pun menepi ke warung tersebut. Kami hanya berdiri ditempat itu sambil menunggu hujan reda. Yah agak sedikit tersiksa juga karna kami masih terkena tempias air hujan tersebut, kebetulan gue menggunakan jaket anti air jadi baju gue gak basah. Sambil menunggu redanya hujan gue melirik lirik keshanju, gue agak kasihan kedia karna dinginnya angin yang berhembus melalui rintikan hujan membuat dia mulai mengigil. Tanpa diperintah tangan gue langsung melepaskan jaket gue dan memasangkan kebadannya.
"Itu lu pake biar gak kedinginan" ucap gue sambil melekatkan jaket kebadannya.
"Tapikan kamu nanti kedinginan"
"udah gak usah tapi tapi, gue gak mau lihat lu sakit" ucap gue sambil agak mengigil.
Tanpa gue sadari dia langsung memeluk gue dengan erat.
"Makasih med, ini gue peluk lu biar lu gak kedinginan" ucapnya sambil memeluk gue dengan erat. sangking eratnya gue jadi bengek susah nafas.Setelah dia memeluk gue, gue jadi berpikiran jorok. Iya jorok, gue mikirin selokan, comberan dan sebagainya. Gue pun membalas pelukannya agar dia semakin terasa hangat.
Agak lumayan lama gue disitu hingga hujan mulai reda...
"Hujan udah reda nih, kita pulang yeh" ucap gue
"Oke" jawabnya sambil tersenyum manis
Gue pun sampai dirumahnya dalam keadaan setengah basah.
"Masuk dulu med" tawarnya.
"Eh gak usah ini baju gue udah basah, gue mau pulang aja, kapan kapan gue kesini deh"
"Oh yah udah, ini jaket kamu aku cuciin yah"
"Yah terserah kamu aja sih" ucap gue malu sambil garuk-garuk kepala
Gue pun pulang dengan kecepatan tinggi, 20km/jam.
Sampai dirumah gue langsung melemparkan kardus mie ke arah Bang Sat yang masih tertidur nyenyak dikasurnya.
"Ochi!!!" teriaknya kaget
"Ngoahahaha kampret itu bukan ochi, itu kardus mie" teriak gue sambil ngakak
"Bangke lu med, ganggu orang lagi tidur nyenyak aja"
"Lagian ini udah jam berapa lu masih males malesan aje ditempat tidur, ingat, Waktu Adalah Uang, jangan sia siakan waktumu, tukarkanlah dengan uang."
"Tapi gue selama ini cari tempat penukaran waktu dengan uang gak ada med"
"..."
Gue pun langsung pergi kekamar mandi karna merasa kedinginan. Selesai mandi gue ngecek dihp gue, ternyata si shanju ngesms
"TFT med"
"Sama sama, ngomong ngomong, TFT apaan?" tanya gue polos
"..." balasnya
"Thanks For Today" balasnya sekali lagi
"Oalah kirain apa ngoahaha"
Yah hari minggu itupun gue habiskan buat ngupil sama boker seharian.
Seninnya gue dan Bang sat pergi sekolah bareng, karna motor gue kotor dan gue males nyuci.
Pas diperjalanan kami bertemu ochi yang sedang berjalan kaki menuju sekolah, si Bang Sat pun menepikkan motornya dan berhenti dipinggir jalan. Ntah apa yang ada dipikiran Bang Sat, dia berlari ke arah ochi dan menyeruduknya memlukknya dari belakang, pada saat memeluk gue melihat bang sat membisikkan sesuatu, ntah apa itu, dan si ochi pun menangis dan langsung memperbaikki roknya. Setelah itu si Bang Sat pun kembali ke motor.
"Eh Bang Sat, lu apain tuh si ochi sampai nangis? lu cabulin yeh?" tanya gue
"Kampret lu gile aja, itu tadi resleting belakangnya terbuka, terus gue kasih tau kedia, eh dianya nangis langsung bilang makasih ke gue dan bilang kalo dia masih sayang ke gue dan gak mau kehilangan gue, yah udah mau gak mau gue balikkan lagi sama dia"
"Oh"
"Bangke lu, Ya udah lu turun aja disini med, gue mau ngantar ochi kesekolah" ucapnya sambil mendorong dorong gue
"Kampret lu sat, lu tega ninggalin gue, tapi gak masalah, gue ikhlas asalkan sahabat gue bahagia" ucap gue sambil tersenyum kecut
"Yaelah med sekali doang"
Gue pun turun dari motor dan dia langsung mendekati si ochi dan mengantarnya sekolah, gue pun berjalan kaki kesekolah, sesampainya disekolah ternyata yang lain udah pada pulangan karna katanya guru pada rapat ditikungan. Gue agak merasa dongkol sih, udah jalan jauh jauh eh ternyata pulang cepat.
Sesampainya dirumah gue melihat si Bang Sat udah santai santai didepan tv, gue pun menabok kepalanya pake tas.
"Fak lu kok kampret bener med" teriak si Bang Sat
"Dipukul tidak lebih sakit daripada ditinggal sama temen sendiri"
"nggg..."
"Ya udah gak masalah, setidaknya gue puas ngoahaha"
Gue pun langsung pergi ketempat tidur dan tidur, malamnya gue bangun dan langsung mengecek hp, ternyata udah jam 10 dan tidak ada sms. Karna bete gue pun nelpon si shanju.
"Tutt..."
"Hallo nju"
"Hallo malam juga omed" suara seorang wanita dari dalam hp
"lagi ngapain?"
"Ini lagi baring baring ditempat tidur, omed sendiri lagi ngapain?"
"Ini gue lagi salto salto. Eh kagak lagi tiduran juga, udah pulang dari warung?"
"Udah, tumben nelpon, kenapa med?"
"Gak papa kangen aja."
"Ih omed gombal.."
Malam itu gue bercakap cakap hingga gak terasa si nju malah ketiduran, gue malah ketawa ketawa sendiri setelah tau dia tidur, ya udah gue matiin aja panggilan telpon itu terus gue sms.
"Good Night bidadari tak bersayap".
Paginya seperti biasa, gue harus mandi untuk berangkat sekolah dan pastinya sarapan mie ngg..
Baru saja ingin memnyantap mie gue ternyata hp gue bergetar, ternyata ada sms masuk.
"Thanks buat tadi malam med, ih kamu lucu banget yah med hihi"
Gue pun jadi sedikit senyum senyum sendiri.
"Eh med lu gile yeh ngeliat hp aja senyum senyum sendiri" ucap Bang Sat sirik lihat gue
"Yeh.. gue lagi seneng ini smsan sama nju"
"Ciee udah mau move on aje, Mati satu tumbuh satu lagi"
"Seribu kampret"
"Lah kalo mati satu tumbuh seribu penuhlah bumi kita ini sama manusia, mau tinggal dimana?"
"Iye juga sih" ucap gue sambil garuk garuk kepala
Yah hampir dua minggu gue makin deket sama dia, gue juga merasa makin cinta sama dia, gak tau kalo dia cinta sama gue apa gak, tapi dari gerak geriknya dia seperti sudah membuka hati ke gue tapi gue masih belum berani ngungkapin perasaan gue kedia. Tepat pada malam minggu gue ngajakin dia makan bareng diwarung tantenya yah iseng isenglah sekalian pengen ngungkapin perasaan.
Gue sudah mengatur jadwal ketemuan itu, kebetulan warungnya saat itu lagi gak terlalu rame. Gue dan Bang Sat pun pergi bersama, Si Bang Sat kali ini bareng si ochi, gue sendiri lagi jir.
Sampai diwarung tersebut gue pun langsung mengambil tempat duduk dipinggir, dan si bang sat ketempat yang agak pinggiran juga bareng ochi. Gue pun mengsms si nju buat datangin meja gue. Waktu dia datang gue pun langsung berdiri dari kursi gue. Bukan main cakepnya, gue sampai gak bisa berkata apa apa.


Dia pun datang mendekat kekursi gue, dan sambil menyerahkan jaket gue.
"Ini med jaket lu yang gue pinjam, makasih sebelumnya hehe" ucapnya
Gue hanya dia dan terpaku, gue gak bisa berkata kata karna kecantikannya itu.
"Tuhan itu memang seniman yang hebat." ucap gue tidak sengaja
"Med, jangan gitu dong aku malu tau" ucapnya sambil memalingkan wajahnya dalam keadaan pipi yang memerah
"Eh iya, sorry hehe, duduk dulu" sambil menarikkan kursi untuknya
"Makasih med, tapi gue harus cepet cepet pulang udah malam soalnya"
"Tapikan gue belum ngomong sesuatu"
"Kapan kapan aja yah med, bye.." ucapnya sambil meninggalkan gue.
Dia pun meninggalkan gue, dan gue merasa agak sedih karna gue belum nembak dia eh dia udah ninggalin gue.
"Ngoahahah kenapa lu med ditinggalin?" tanya Bang Sat sambil tertawa bersama ochi
"Ah au ah elap.." ucap gue sambil meninggalkan mereka
"Yey ngambek ngoahaha"
Gue pun pulang dengan keadaan hampa, kosong, dan tak berdaya. Gue serasa kek facebook yang cuman dipake sebagai tempat curhat. Sampai rumah gue makin menggila lagi, ternyata motor gue ketinggalan di warungnya nju, gue balik lagi, jalan kaki lagi, capek lagi, sebel sebel, rasanya pengen bunuh diri tapi gue gak tau siapa itu diri, kan kasihan kalo dia dibunuh.
Yah gue pun pulang dan langsung lompat ketempat tidur, gue pengen nangis tapi gue gak bisa, karna gue dari kecil udah diajarkan jangan nangis, kalo gue nangis gue digebukin bokap gue ng...
Akhirnya gue putuskan buat tidur aja.
Keesokan paginya gue mencoba mengsms dia, tapi gak dibalas, gue telpon gak diangkat angkat. Hingga pada hari rabu hpnya gak bisa ditelpon lagi. Yah gue sih berpikir positif, mungkin hpnya kehabisan baterai, atau baterainya kehabisan hp. Yah hingga pada malam minggu berikutnya hpnya masih gak bisa dihubungin akhirnya gue putuskan buat datang kewarungnya lagi. Gue duduk dan memanggil pelayan disitu.
"Mba mba, sini sebentar"
"Oh iya mas mau mesan apa?" ucap mba mba yang agak tua tersebut
"Saya mesan es jeruk aja"
"Oke mas"
Setelah itu mba mba tadi pun pergi, gue pun melihati sekeliling berharap melihat si shanju. Tapi ternyata hasilnya nihil, gue gak menemukan dia disepanjang warung tersebut mungkin dia lagi kerja didapur. Mba mba yang tadipun datang membawakan es jeruk ke gue, setelah itu gue ingin membayar, gue ngerogok isi kantong jaket gue, tapi gue malah menemukan sebuah kertas. Setelah gue buka ternyata itu adalah sebuah surat yang bertuliskan

Dear omed yang cakep yang unyu unyu yang ngangeni
Mungkin ketika lu baca surat ini
Gue udah pergi,
Pergi pengobatan ke luar negeri
Sorry kalo gue gak ngasih tau lu dari awal
sebenarnya gue kesini bukan karna liburan

tapi karna lagi terapi pengobatan 
gue mempunyai penyakit kutil ganas yang menular
Yah gue pengen ngasih tau ini dari pertama,
tapi gue takut lu jadi menjauh dari gue.
Karna gue cinta banget sama lu

Dan gak mau nyakitin lu
Maaf sebelumnya gue ngebohongin dan ngecewain lu
Gue cuman mau bilang kalo gue berterima kasih 

Sudah mau menemani gue selama ini
karna cuman lu yang mau mendekati gue.
Mungkin dengan membaca surat ini,
lu bisa sadar kalo gue sebenarnya udah cinta lu dari pertama kita bertemu
Semoga suatu saat nanti kita bertemu lagi

Love



Gue saat itu langsung down, gue merasa bodoh. Gue langsung menghabiskan Es Jeruk gue dalam sekali sedot. Dan gue makin down setelah ngeliat ada yang mesra mesraan dipojok warung.
"Mba gue pesen lagi es jeruknya, tolong jeruknya dipisahin aja" ucap gue lirih
"Oke, ada lagi yang mau dipesan?" tanya mbanya
"Itu juga yang dipojokan tolong dipisahin mba" ucap gue sambil menangis dan menjedot jedotkan pala gue ke meja
"nggg..."
Lumayan lama gue disitu hingga akhirnya gue pulang kerumah dalam keadaan kembung karna terlalu banyak minum es jeruk.
"Lah med lu kenapa, kok perut lu kembung terus mata lu merah gitu, udah kek zombie aja"
"Gue galau Bang Sat" ucap gue sambil berlari dan memeluk Bang Sat
"Sadarlah kau kampret homo" sambil jedot jedotin pala gue ke sofa
"STOOPP,, Gue galau jir" teriak gue
"Yey lagian ngapain lu meluk meluk gue jir, lu galau kenapa lagi? ditolak shanju?"
"Kagak, si shanju udah pergi"
"Hah meninggal gitu?"
"Bukan kampret, dia punya penyakit kutil ganas menular, gue sebenarnya baru tau kalo kutil bisa ganas, tapi yah gue gak tau dunia dokter. Yah gue sempet nyesel juga kenapa gak nembak dia dari awal, soalnya dia susah buat ditebak, gue takut dia gak terima gue, kan  gue bisa galau akut. Sekarang dia udah pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pengobatan. Gue gak bisa berbuat apa apa, Gue gak sanggup menghadapi semua ini" curhat gue
"Yah namanya juga wanita, mereka emang susah ditebak. Pengennya dipekain tapi gak pernah bisa peka, pengen dingertiin tapi gak pernah mengertiin, Udah lu gak usah galau lagi, Ingat Wanita didunia yang lebih cantik dari dia masih banyak."
"Ah gue emang seneng kalo curhat sama lu Sat *kecup kening*" ucap gue sambil mengecupnya keningnya
"Tai lu med" sambil menggosok gosok keningnya
"Yah lu mah yuk kita main ps aja biar gak galau" ucap Bang Sat
"PS apaan? Phone Sex?"
"Tai bukan itu, Main PlayStation di gang bang preman sebelah"
"Okelah, lah lu gak jalan bareng ochi?"
"Dia lagi sibuk ngerjain tugas kelompok"
"Oalah yuk dah kita ke penyewaan ps"
Yah malam minggu pada hari itu seperti biasa gue pergi sama Bang Sat berduaan lagi..
bersambung....